Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 7 Maret 2010 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 2:20 - Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Hendaklah engkau mengetahui, hai orang yang sia-sia, bahwa iman dengan tiada perbuatan itu kosong! - Terjemahan Lama)

Yakobus didorong oleh Roh Allah untuk berbicara tentang orang yang tahu firman, tahu menyembah Tuhan tapi bodoh di hadapan Allah sehingga disematkan predikat bebal (= bodoh, totol, sia-sia). Mengetahui = belajar, mengerti, bercermin pada firman Allah untuk mengoreksi. Iman yang mati = agamawan, rohaniwan, orang percaya tapi penuh dengan virus penyakit. Ketika Yakobus berbicara tentang hal ini berangkat dari Ibrani 11:1-40, di sana terdapat parade iman yang melibatkan tokoh-tokoh Alkitab yang hidup dalam rentang waktu 4.000 tahun dari sejak awal zaman (dari Habel mengalami mati syahid) sampai nabi Maleakhi yang diancam akan dibunuh karena ia membawa suara Tuhan (kitab Maleakhi digambarkan seperti bapa memperhatikan anak-anaknya tapi anak-anaknya tidak tahu mengucap syukur).

Kenapa sampai Yokobus menggunakan kata-kata ada orang-orang yang menyebut dirinya beriman tapi sebenarnya mereka bebal/bodoh?

Metoda/cara Yesus menyampaikan firman Allah supaya orang percaya bisa mengerti pengajaran Tuhan, tidak bebal/bodoh melalui perumpamaan. Matius 13:13 - Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Tuhan mau supaya kita mengerti pengajaran-pengajaran dan untuk menunjukkan kualitas orang percaya Tuhan sampaikan melalui perumpamaan. Matius 13:47-51, waktu Yesus menggunakan perumpamaan akhirnya Yesus mengakhiri dengan pertanyaan: “Mengertikah kamu semuanya itu?” Kerajaan Sorga seumpama pukat yang mengumpulkan bermacam-macam ikan, ada ikan yang baik dan yang tidak baik.

Ketika Yesus mengajar tentang dua jenis pertumbuhan rohani yaitu gandum dan lalang, Yesus mengajar di antara cendekiawan dan para petani (Matius 13:24-26), sewaktu benih ditabur di ladang, benih yang ditabur adalah gandum tetapi waktu tidur Iblis datang menabur benih lalang. Di dalam satu kelompok orang percaya suka atau tidak suka ada gandum dan lalang. Gandum waktu dituai akan dibawa ke gudang, gandum-gandum ini mempunyai kesaksian yang baik karena gandum punya iman, iman mengerjakan kesaksian yang baik; sedangkan lalang mempunyai karakter akar imperata cylindrica (kelenjarnya mengandung racun, merusak, meracuni tanaman di sekitarnya).

Ketika Yesus mau menerangkan soal anugerah Allah (belas kasihan, waktu yang Tuhan beri kepada manusia), Yesus memberi perumpamaan kepada rohaniwan, agamawan dalam Lukas 13:6-7. Ada kebun anggur tapi di dalamnya ada pohon ara, hal ini bertentangan dengan peraturan Taurat (Imamat 19:19) tidak boleh ada dua jenis tanaman di satu ladang. Pada waktu Yesus datang pohon ara ini berdaun lebat tapi tidak berbuah, tidak menghargai anugerah Allah. Yohanes 8:43, Yesus sudah mengajar dengan perumpamaan tetapi mereka belum mengerti juga.

Siapa mereka yang Yakobus katakan orang Kristen tapi bebal?

Nehemia 9:21, kira-kira 1.046 tahun sejak orang Israel keluar dari Mesir, ketika Yesua (keturunan Lewi) membacakan kitab Taurat, mereka berdoa memohon pengampunan dan ia mengingatkan sepanjang perjalanan 40 tahun di padang belantara nenek moyang mereka dipelihara oleh Tuhan, namun sekali pun 40 tahun Tuhan tampil melayani kebutuhan mereka tapi mereka disebut bebal. Siapa yang disebut bebal? Ulangan 2:14, sebanyak 603.550 orang prajurit binasa karena Tuhan sendiri turun melawan mereka karena orang-orang ini bebal (bersungut-sungut, tidak mau taat kepada aturan firman Tuhan).

Nahkoda akan mendapat penghargaan kalau berada di laut lepas dengan gelombang dan badai karena ketika badai mengguncang, Tuhan sedang mendidik kita supaya kita tegar. Doa bukan saat kita memaksa Tuhan menyetujui semua keinginan kita tapi doa adalah saat kita menangkap isi hati Tuhan dan menyetujui rencanaNya. Iman tanpa perbuatan = bertahun-tahun mengikut Tuhan tapi tidak pernah lahir baru (hati penuh dengan kebusukan). Ketika di dalam gereja ada orang-orang bebal --menamakan orang beriman tapi tidak ada bukti iman, tidak lahir baru-- Tuhan meratap, menangis (Yeremia 8:18-22 - Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.... Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku). Gilead = bukit kesaksian, kita adalah Gilead, maukah kita menjadi balsam untuk membebat luka hati Tuhan?

Amin.

 

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack