Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Juni 2012 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Dalam firman Allah selalu menyatakan siapa pun dia ketika berjumpa dengan Yesus ada suatu perubahan. Perempuan Samaria --yang dianggap sampah masyarakat, perusak rumah tangga orang-- ketika berjumpa Yesus ada perubahan, reputasinya dipulihkan oleh Tuhan. Orang percaya harus penuh dengan Roh Kudus, saat ini semua sedang mengarah pada satu sistem yang kemudian nantinya akan diserahkan pada satu oknum yang akan menguasai bidang politik, ekonomi, budaya yaitu antikris dan mereka akan menganiaya orang percaya yang tertinggal; tapi berbahagia mereka yang disingkirkan ke padang belantara yang tidak akan terdeteksi oleh satelit apapun yaitu orang percaya yang penuh dengan firman dan Roh Kudus. Setelah penuh dengan Roh Kudus, apa yang Roh Kudus mau lakukan dalam hidup kita yang penuh dan dipimpin oleh Roh Kudus?

Mazmur 143:10 - Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!

Daud, dia bersungguh-sungguh dan berdoa dari kedalaman hati yang tulus dan rindu pada Tuhan supaya Roh Kudus menuntun di tanah yang sudah disterilisasi oleh Tuhan sendiri. Banyak orang mau meracuni masa depan kita, mereka memasang jerat Iblis agar kita menjadi korban tapi ketika Roh Kudus menuntun kita, Dia sudah mengamankan sebelum kita tiba di sana. Kita dipanggil untuk berbuah, bertumbuh, berhasil, bukan untuk menjadi statis dan Tuhan tahu persis kita punya potensi itu dan Roh Kudus menuntun, seiring dengan itu Roh mempunyai program yang kadang tidak kita mengerti. Karena itu Daud berkata: “Ajarlah aku supaya aku terampil berjalan dalam kehendak-Mu!” Ajar = lamad - bahasa Ibrani, artinya didiklah, latihlah dalam praktek supaya tidak hanya mahir dalam teori saja tetapi dalam praktek.

Kenapa kita harus minta supaya Tuhan mengajar dan mendidik kita?

Yesus berkata dalam Yohanes 14:26 - Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Roh Kudus akan mengajar = didaskō - bahasa Yunani, didiklah, latihlah supaya tidak hanya tahu teori tapi praktek supaya waktu ada di kenyataan hidup kita tidak tersesat.

Ada apa di depan kita?

Yohanes 14:12 - Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. Ini pernyataan Yesus sendiri.

Contoh: dalam pengalaman perjalanan orang Israel waktu berada di padang gurun selama 40 tahun berbeda dengan pengalaman generasi sesudah mereka, generasi yang ada di Tanah Perjanjian diberkati luar biasa. Nehemia 9:20, Tuhan sediakan manna yang turun dari langit menjadi makanan mereka; Keluaran 16:5,6, ketika masuk ke Tanah Perjanjian, Tuhan sediakan benih untuk menanam, Tuhan gunakan lengan-lengan-Nya untuk menyiapkan benih. Tuhan siapkan apa yang kita butuhkan. Yosua 5:12, saat panen manna berhenti. Ini pengalaman bangsa Israel ketika menuju Tanah Perjanjian. Nehemia 9:20, Tuhan juga siapkan minuman dari gunung batu bagi mereka. Ketika Nehemia melalui imam-imam berdoa supaya Tuhan mencelikkan mata mereka, supaya mereka mengerti cara Allah bekerja pada saat nenek moyang mereka dalam perjalanan. Nehemia 9:21, empat puluh tahun Tuhan rawat mereka. Ulangan 8:2-4, betapa dahsyat Tuhan memelihara mereka, pakaian tidak menjadi buruk, kaki mereka tidak bengkak.

Namun setelah masuk ke Tanah Perjanjian pengalaman berbeda, generasi sesudah mereka diberkati lebih lagi. Imamat 26:4, Tuhan memberi hujan pas dengan yang tanaman itu butuhkan, saat ini terdapat perbedaan yang mencolok tanah yang dikuasai oleh orang Israel subur, sedang tanah yang dikuasai oleh Filistin gersang. Ketika generasi dalam perjalanan mereka menunggu belas kasihan tapi generasi sesudah masuk ke Tanah Perjanjian mereka menikmati lebih, dengan catatan kita harus dekat dengan Tuhan. Imamat 26:6,8, ada binatang-biantang buas tapi Tuhan kondisikan, Tuhan rawat mereka, penyertaan Tuhan luar biasa. Mereka yang masuk di Kanaan mempunyai pengalaman lebih dari nenek moyang mereka yang diperjalanan.

Apa kata Tuhan untuk kita gereja di akhir zaman?

Yohanes 14:12, Tuhan memastikan, menjelaskan dengan satu kepastian generasi kita akan melihat perkara-perkara yang jauh lebih hebat dari pengalaman mereka di masa lampau. Kalau kita sebagai seorang anak dan diberkati, jangan sombong! Kalau kita sebagai orangtua, kalau anak kita diberkati jangan mencuri kemuliaan Allah! Berkatalah seperti Daud: “Didik, latihlah saya supaya saya mengerti rencana-Mu yang indah dalam hidup saya.”

Markus 16:15-18, ini perkara-perkara luar biasa yang Allah siapkan untuk generasi sekarang. Hagai 2:10, lima ratus dua puluh tahun sebelum Yesus lahir ayat ini dinubuatkan, punya penggenapan ganda; rumah bukan hanya bicara Bait Allah tetapi kita, generasi sekarang akan diberkati lebih dari generasi lalu; hubungkan dengan Yesaya 49:16, wajah (kebutuhan) kita sudah dilukis di telapak tangan Tuhan, tembok-tembok (persoalan-persoalan) kita ada di ruang mata Tuhan (ada di kamar operator Tuhan), Tuhan adalah Key Person = Pemegang Kunci; kendali ada di tangan Tuhan. Kalau Tuhan buka tidak ada seorang pun yang bisa menutup, kalau Tuhan menutup tidak ada yang bisa membuka. Tuhan pemegang kendali hidup kita, Tuhan berkuasa, Dia sanggup selesaikan semua.

Amin.

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack