Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 2 Oktober 2011 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yesaya 40:30-31 - Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Yesaya menampilkan 2 jenis kekuatan: orang-orang muda; dan teruna (anak laki-laki yang masih muda). Kita seringkali mengagumi mereka karena kekuatannya; secara nyata orang-orang muda menjadi lelah = tenaga yang diandalkan redup dan lesu = merosot; teruna jatuh tersandung = apa yang pernah dicapai itu remuk, roboh total. Ayat ini mempunyai bahasa figuratif: apa yang sudah dan pernah dicapai oleh manusia dalam bentuk kemakmuran, dalam paket keberhasilan, penemuan-penemuan yang ‘smart’ (pintar) sehingga manusia berdecak kagum, satu kali kelak akan remuk, roboh total.

Ketika Yesaya 40:30 digenapi, Wahyu 6:14-16 mengatakan langit menyusut, pulau dan gunung pindah dan bergeser, pada waktu hal ini terjadi ada 7 strata manusia, mereka menjerit dan berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Yesaya 40:31, orang-orang--semua, siapa pun dia dari seluruh tingkat usia--; menanti-nantikan (qavah - bahasa Ibrani) = mereka melilitkan menjadi satu anyaman dengan Tuhan. Manusia mempunyai tiga serat --tubuh, jiwa roh--, Tuhan selain tiga serat --Bapa, Putra, dan Roh-- Tuhan mempunyai banyak serat-serat janji. Serat kita dipintalkan/dipilin/’qavah’ menjadi satu dengan Tuhan; mereka yang dipilin menjadi satu dengan Tuhan mendapat kekuatan yang baru. Kekuatan kita akan merosot tapi kalau kita dianyamkan dengan Tuhan, kekuatan kita akan selalu dibaharui; bukan hanya tubuh kita tapi semangat kita juga dibaharui.

Waktu seseorang menerima kekuatan baru dari Tuhan, ia diumpamakan seperti rajawali yang naik terbang. Rajawali terbang melebihi gunung-gunung yang tinggi sekalipun; umur rajawali bisa mencapai 70 – 80 tahun bahkan lebih. Di tengah-tengah usianya, rajawali berdiam diri karena bulu-bulunya rontok, dia tahu setelah bulu-bulunya rontok, dia bisa melanjutkan hidupnya dengan bulu-bulu yang baru; pemulihan bulu terutama sayapnya. Kenapa sampai mereka yang mendekatkan diri pada Tuhan diumpamakan seperti rajawali? Ada 4 jenis rajawali di Palestina: rajawali biasa, rajawali emas, rajawali tutul, dan rajawali hitam mengkilat; dari keempat jenis ini mereka mempunyai persamaan yaitu kalau membuat sarang di atas gunung batu yang paling tinggi (sarang dari anyaman dahan-dahan yang kasar, dialasi dengan bulunya sendiri); dan setiap musim panas ketika matahari bersinar/terbit rajawali terbang tinggi mendekati matahari--zona yang tidak ada penghalang cahaya matahari. Di sana ia bisa terbang berjam-jam, karena ketika ia mendekat kepada matahari, saat itu terik matahari mulai membersihkan panel-panel pada bulunya. Rajawali adalah pemangsa daging, daging berlemak menghasilkan lemak yang larut pada bulu-bulunya sehingga perlu dibersihkan; paruhnya menyisir bulunya supaya kuat terbang dan pada waktu terbang ke arah matahari, sinar matahari akan membersihkan panel-panel pada bulunya.

Waktu bulu rajawali dibersihkan dia akan menerima kekuatan baru, begitu pula orang percaya ketika mendekat kepada Tuhan --berdoa, memuji Tuhan, mendengar firman Allah, beribadah-- saat itu kekuatannya dibaharui. Kapan kekuatan dibaharui? Hakim-hakim 9:8-15, ada 4 karakter orang Kristen yaitu: pohon zaitun, pohon ara, pohon anggur, dan semak duri; keempatnya mendapat kesempatan untuk menjadi raja penuh kemuliaan. Pohon zaitun, pohon ara, dan pohon anggur tidak mau menjadi raja, mereka mau mendekat kepada Tuhan, mau menyenangkan Tuhan; sedangkan semak duri angkuh dan sombong, mempunyai motivasi yang tidak benar.

Ketika seseorang dekat dengan Tuhan, Roh Kudus dan firman Allah akan membersihkan 'panel-panelnya' sehingga kotoran-kotoran yang telah menutupi bulu-bulu akan terlepas. Yeremia 9 : 23, ada tiga alasan sehingga manusia sombong ketika ia pintar dengan ilmunya, ketika ia sadar ia punya kekuatan, dan ketika ia sadar ia punya kekayaan. Ada jaminan bagi mereka yang mau mendekat pada Tuhan dalam Yehezkiel 34:14, Yesus Gembala yang baik akan membawa ke air yang tenang, ke padang rumput hijau.

Panel harus dibersihkan, mulailah terlibat dalam pelayanan apapun juga sehingga kita menerima kekuatan untuk tidak sombong. Roma 7:24 - Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Roma 7:15, 19, Rasul Paulus merasa terancam jasmani dan rohaninya. Rajawali ketika terbang tinggi ia menerima sinar matahari untuk membersihkan bulunya, ia perlu lemak tapi kalau berlebihan lemak harus dibersihkan/diluruhkan dan harus disisir bulunya. Kita perlu dekat dengan Tuhan untuk membersihkan ‘panel-panel’ dari keangkuhan, kesombongan dan dosa. Seseorang kalau sudah terikat gurita dosa sulit untuk lepas. Roma 7:25 - Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Ini adalah pengakuan Paulus, Paulus berkata: “Tuhan pembebas saya.” Ketika kita terbang tinggi menghampiri hadiratNya melalui doa, pujian, dan firman Allah maka ‘panel-panel’ hidup kita akan dibersihkan.

 

Amin.

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack