Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 April 2011 – Oleh Pdt. Frans Z. Assa

Yakobus 4:10 - Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.


Ayat ini adalah saran/nasihat kepada setiap orang percaya dalam memelihara status/posisinya di hadapan Tuhan; merupakan warna yang tampak dari setiap orang percaya yang punya pertobatan yang benar, tidak terlambat. Kalau dia merendahkan diri di hadapan Tuhan, tidak diragukan lagi ia pasti rendah hati; warnanya bisa dilihat, bisa dinikmati orang di sekitarnya, ia tidak sombong, tidak angkuh di hadapan sesama. Ayat ini merupakan gabungan antara ciri-ciri/warna dari orang yang sudah dilahirkan kembali dan ayat ini memuat janji bahwa Tuhan akan meninggikan dia.
Ketika seseorang percaya, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, dosa diampuni, lahir baru--perangai/hidup lama sudah lenyap dan menerima hidup baru. Yesus lukiskan mereka yang lahir baru adalah mereka yang akan mempunyai Kerajaan Sorga. Matius 5:3 - Berbahagialah orang yang merasa tidak berdaya dan hanya bergantung pada Tuhan saja; mereka adalah anggota umat Allah! (TBIS). Keberhasilan di bidang apapun yang telah ia capai atau miliki, orang yang rendah hati merasa bahwa kalau bukan Tuhan, ia tidak berdaya dan sangat bergantung pada Tuhan; mereka inilah anggota Kerajaan Sorga, miliki warna/ciri-ciri saya adalah anggota Kerajaan Sorga. Lukisan tentang mereka yang telah lahir baru dan mereka yang akan mewarisi Kerajaan Sorga adalah orang yang berhasil namun hanya bergantung kepada Tuhan, inilah ciri-ciri orang yang rendah hati, setiap hari menyapa Tuhan. Alkitab dengan tegas menghubungkan antara kerendahan hati dengan:
Soal kepemilikan atau waris tanah.
I Raja-Raja 8:22-53 adalah doa dari Salomo ketika Salomo selesai membangun kaabah, di antaranya ayat 33-34. Ketika Salomo berdoa semacam ini Tuhan memberi respon dalam II Tawarikh 7:11-15, demikian Salomo menyelesaikan rumah Tuhan dan berhasil melaksanakan segala sesuatu sesuai yang timbul dalam hatinya, sesuai impiannya, ada empat hal yang Tuhan katakan: “Apabila kamu merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan memulihkan negerimu.”
Berbicara soal negeri berbicara soal kewarganegaraan. Kita adalah warga negara sorga; jasmani Tuhan perhatikan, kita juga dipelihara Tuhan karena kita adalah warga negara sorga. Yeremia 29:12-14, Tuhan memberikan tanah waris kepada orang Israel melalui janji kepada Abraham, tapi dalam banyak ayat bangsa ini berdosa, tanah waris ini hilang namun mereka bertobat dan Tuhan pulihkan; demikian dengan keselamatan, keselamatan bisa hilang kalau tidak dirawat dan dipelihara. Lukas 15:24, anak bungsu kehilangan warisan namun kemudian ia sadar dan kembali ke rumah ayahnya, saat ia kembali dari jauh ayahnya sudah menyambut dia. Tuhan punya janji kalau seseorang sadar dan bertobat, merendahkan hati maka apa yang telah hilang Tuhan akan kembalikan.
Filipi 3:20 - Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga ... (TB). Tetapi tanah air kita ada di surga ... (TL). Jangan kehilangan kewarganegaraan sebagai warga negara sorga dan untuk merawat salah satu kuncinya adalah kerendahan hati.
Kekekalan.
Kerendahan hati mempunyai hubungan antara hidup dan kematian, orang yang rendah hati ia hidup sekalipun mengalami kematian. II Tawarikh 34:27-28, dibalik kematian ada kehidupan, apapun boleh terjadi di hadapan kita, tapi tidak usah kuatir karena ada kehidupan. II Tawarikh 34:8, Yosia begitu muda (umur 8 tahun) waktu ditahbiskan menjadi raja, pada tahun ke-18 pemerintahannya (umur 26 tahun) ia begitu prihatin dengan kaabah Salomo, ia ingin memperbaikinya lalu menunjuk Safan dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah, bendahara negara, dan tukang-tukang. II Tawarikh 34:12, semua yang terlibat melakukan dengan setia, setelah selesai semua kelihatan begitu megah, roh kesombongan sempat masuk dalam diri Yosia dan melalui nasihat Hilkia, Yosia merendahkan hati dan mengoyakkan pakaiannya dan Tuhan berkata kalaupun sekarang engkau akan mati, engkau akan mati dengan damai sejahtera.
Kekaguman Yesus.
Matius 8:5-10, dari empat Injil, Alkitab tidak pernah menulis Yesus heran melihat seseorang kecuali dalam ayat ini. Ketika hamba perwira Romawi ini sakit, perwira ini tidak pernah menganggap hambanya ini orang rendahan karena ia merasa hambanya adalah bagian dari dia. Perwira ini percaya kalau Yesus mengatakan sepatah kata saja maka hambanya sembuh. Yesus heran soal moral perwira ini. Lukas 7:4, orang-orang datang memberikan kesaksian tentang perwira Romawi ini. Perwira ini tidak pernah datang lalu ia sodorkan saya sudah melakukan semua Tuhan tapi ia datang kepada Yesus dan berkata: “Aku tidak layak menerima Engkau di dalam rumahku.” Yesus heran karena ia punya kualitas/mutu rendah hati. Ketika orang yang rendah hati dikagumi Yesus, Yesus berkata dalam Matius 11:29 - Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Lemah lembut = tidak mudah diprovokasi; dalam ayat ini ada sebuah janji jiwamu akan mendapat ketenangan = ditata rapi oleh Tuhan.
Amin.

 
 

Jadwal Ibadah Minggu

06:00  Kebaktian Minggu Pagi
09:30  Kebaktian Minggu Siang
18:00  Kebaktian Minggu Malam

Doa Pagi setiap hari
05.00 - 06.00 Sesi I
07.00 - 08.00 Sesi II

 

Sekilas

GPdI Church on The Way

Jl. S. Parman 20 A
Temanggung, Indonesia
56214
Telp : +62-293-491231

Gembala Sidang :

Pdt. Frans Z. Assa

 

 

 

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack